Kamis, 01 November 2018

Teori singkat DNS SERVER


Teori Singkat
DNS Server (Domain Name System)Domain  Name System adalah suatu metode untuk  meng-konversikan Ip  Address  (numerik)  suatu  komputer  ke  dalam  suatu  nama  domain (alphabetic),  ataupun  sebaliknya.  Yang  memudahkan  kita  dalam  mengingat computer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki alamat Ip Address sekian, namun pada umumnya, orang tidak akan mudah    mengingat alamat Ip dalam bentuk  numerik  tersebut.  Dengan  adanya  DNS  Server,  kita  bisa  mengakses halaman  situs  dari  server  Debian  tersebut  hanya  dengan  mengakses  nama Domain-nya  (www.debian.edu),  tanpa  mengingat  Ip  Address  dari  computer tersebut.Dengan kata  lain  Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.
DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web  Browser  atau  e-mail,  Dimana  DNS  membantu  memetakan  host  name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet. Setelah mengetahui DNS itu apa, selanjutnya kita harus tahu keunggulan dan kekurangan DNS.

Keunggulannya adalah :
  1. DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
  2. DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
  3.  User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
 Kekurangannya adalah :
  1.  DNS tidak mudah untuk di implementasikan
  2.  Tidak konsisten
  3.  Tidak bisa membuat banyak nama domain.
  

Rabu, 31 Oktober 2018

menghubungkan debian server secara virtual dengan windows kita


A.      Teori Singkat
Server adalah komputer yang berfungsi sebagai penyedia layanan jaringan tertentu dalam sebuah jaringan komputer.
Client adalah komputer yang menggunakan berbagai macam sumber daya yang telah disediakan oleh server.
1.Konfigurasi kartu jaringan (Network Adapter)
A.Sebelum menghidupkan debian pilih Edit virtual Machine


B.Pilih Network Adapter disebelah kiri, kemudian disebelah kanan pilih NAT, seperti gambar dibawah.
C.Kemudian kelik Add untuk menambah Network Adapter baru. Jika muncul peringatan pilih YES. D.Pilih Network adapater lalu next seperti gambar dibawah
E.Pilih custom : specific virtual network dan pilih Vmnet1 (host only), lalu klik finish, seperti gambar dibawah.
F.Lalu hidupkan debiannya

        2.Konfigurasi Komputer Server
A.Masuk sebagai root (administrator jaringan) dengan cara
Berbasis GUI
Ketik : su
Password : 12345
Ctt : password tidak terlihat
Berbasis CLI
Ketik : root
Password : 12345
Ctt : password tidak terlihat
B.Lakukan konfigurasi IP Address
Ketik :  nano /etc/network/interfaces
C.Ketikkan script berikut

auto lo
iface lo inet loopback 


auto eth0
iface eth0 inet dhcp


auto eth1
address 192.168.1.2
network 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 192.168.1.2


D.Simpan dan keluar dengan cara ctrl+O à enter à ctrl+X
E.Lakukan restart konfigurasi IP Address
F.Ketik : /etc/init.d/networking restart

3..Konfigurasi Komputer Client
A.Lakukan pengaturan IP address pada jaringan VMnet1 dan VMnet8 dengan cara

Masuk ke control panel à network dan internet à network and sharing centerà change adapter setings à klik kanan VMware Network Adapter VMnet1 pilih properties à Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) à properties
B.Atur IP address untuk VMnet1 dengan 192.168.1.3
C.Atur IP Address untuk VMnet8 menjadi dhcp, pilih Obtains an IP Address Automatically, seperti gambar dibawah ini

4.Pengujian Koneksi Client – Server
A.Pengujian pada server
Pada server lakukan tes ping dengan memasukkan alamat IP client. ketik ping 192.168.1.2

B.Pengujian pada client
Pada client lakukan tes ping dengan memasukkan alamat IP server. jika ip server  192.168.1.2 maka 192.168.1.3